Review Minyak Tanamu Tanami Untuk Wajah

Review Minyak Tanamu Tanami Untuk Wajah.







Tanamu Tanami

ini terhargai masih tembuni dekat dengan Minyak Kutus-Kutus. Dan jika ngomongin Minyak Kutus-Kutus, saya rasa pasti sudah banyak yang sempat lah ya. Maupun setidaknya mungkin sudah interelasi mendengar karena promo terbit para agen penjualnya lumayan
massif
di timeline media sosial.

Nah, kalau Minyak Kutus-Kutus itu, konon kian berkhasiat untuk kebugaran, sang saudara dekatnya yaitu Minyak Tanamu Tanami ini, diklaim dapat mengendalikan berbagai problem indra peraba. Singkatnya Minyak Tanamu Tanami ini berkhasiat untuk kecantikan.

Saya seorang sudah bintang sartan pemakai Minyak Kutus-Kutus sejak lebih berpunca setahun lampau. Awalnya sih ikut coba-coba karena disarankan maka dari itu Bapak.
Lha
kalau Kiai sendiri, katanya sih kenal Minyak Kutus-Kutus dari tawaran oponen di
whatssapp grup.

Waktu itu adv pernah meremehkan sekali lagi sih. Soalnya namanya kan aneh, masa minyak gosok dikasih nama kutus-kutus. Nggak keren
babar blas. Tapi ternyata setelah dicobain, dan merasakan efeknya ternyata malah jadi ikut dependensi juga.
Hahahaha

Nah, musim beli Minyak Kutus-Kutus itu, penjualnya juga luang mempromosikan Minyak Tanamu Tanami dan sabun produksi
Tamba Waras
lainnya. Mereka punya dua versi sabun, nan dibuat dari ampas pembuatan minyak. Dan karena harga minyak tanamu patut mahal, Rp 325.000. Saya nggak mau ambil resiko.

Iya kalau cocok. Sudahlah kalau nggak? Cerek berasa rugi banget. Mana mereka cuma punya satu pilihan paket, 100 ml. Mending kalau tersedia
travel size
gitu cerek bisa cobain habis. Ya kan?

Jadi saya coba beli sabunnya lewat deh. Harga Sabun colek Tanamu Tanami selayaknya juga nggak boleh dibilang murah sih. Suatu bar sabun itu dihargai Rp 75 ribu. Mahal ya kalau dibandingin ama sabun enggak?

Tapi baunya menurut saya sedap. Bau rempah gitu. Kaprikornus jikalau dipakai bersiram lumayan lakukan rileks juga. Dan bilyet sampingnya ternyata sabun batangan ini juga kerjakan indra peraba kaki saya yang waktu itu pula tandus dan berbunga-mulai sejak parah banget kaprikornus balik lembab dan halus. Usil cerek?

Padahal masalah selerang kaki itu sudah saya alami lumayan lama lho. Ada kali enam bulanan. Mutakadim dioleskan beraneka varietas rupa foot cream juga nggak banyak persilihan. Eh, ternyata sembuhnya gegara pakai Sabun colek Tanamu Tanami.

Asam garam pakai Sabun Tanamu Tanami inilah yang hasilnya bikin saya penasaran pengin coba Minyak Tanamu Tanami kembali. Kebetulan, saya beli minyak ini di Juli 2019 lalu pas ada promo, beli Minyak Tanamu Tanami dapat gratis sabunnya. Kaprikornus mutakadim langsung satu pak gitu.

Baca :   1 Buah Jeruk Nipis Berapa Gram

Nah karena udah dapet satu paket gitu rasanya sayang ketel kalau nggak direview. Siapa luang bermanfaat buat nan lain. Iya kan?



Disclaimer
: Artikel ini tidak sponsored post dan saya tulis apa adanya berdasarkan pengalaman pribadi setelah 3 minggu penggunaan. Hasil sreg tiap sosok boleh hanya berbeda-beda terampai masalah dan jenis kulit. Selerang saya tergolong normal to oily dan tidak n kepunyaan ki aib jerawat. Concern jangat saya malar-malar kebobrokan aging atau penuaan yaitu flek hitam dan keremot.




Minyak Tanamu Tanami




Buntelan

Pak Patra Tanamu Tanami nyaris bukan ada bedanya dengan Petro Kutus-Kutus. Hanya berupa botol plastik berukuran 100 ml dengan tutup ulir aluminium. Buat keterangan tera brand, atak dan cara penggunaannya dituliskan plong stiker yang membalut botol. Cukup keteter ya.

minyak tanamu tanami

Padahal lakukan kemasan luarnya berupa box dengan desain solo dan pengaruh corak hijau lumut. Oh iya, kemasan Minyak Tanamu Tanami juga dilengkapi dengan tutup
spray. Kita dapat mengganti tutup ulir dengan
spray
supaya lebih mudah saat mengambil isi barang.

Atak

Berbunga bilang review dan klaim nan ditulis badal penjualnya disebutkan bahwa incaran terdahulu Patra Tanamu Tanami ini adalah minyak biji nyamplung atau minyak tamanu. Pada bilang artikel bahkan tertulis komposisi minyak nyamplung pada Petro Tanamu Tanami ini mencapai 50%, tinggal ditambah minyak dari rempah-rempah tidak.

Tamanu oil sendiri sempat
hype
dikalangan para beauty temperatur karena khasiatnya nan konon kian baik daripada argan dan roseship oil. Itu sebabnya harga tamanu oil juga tidak murah. Dahulu bagaimana dengan Minyak Tanamu Tanami?

Plong pak box dan botolnya termaktub jelas komposisi minyak.

Berasal daftar itu tertulis jelas ya bahwa alamat dominan berasal Minyak Tanamu Tanami ini yakni
Zingiber Officinale Rhizoma
atau Halia. Diikuti oleh
Curcuma Domesticae Rhizoma
ataupun Kunir. Ditambah
Piper Betle Folium
(Kinang),
Oleum Oleae Europeae
(Minyak Zaitun),
Oleum Cocos
(Patra Kelapa) dan yang terakhir barulah
Oleum Calophyllum
(Minyak Nyamplung).

Menilik berasal komposisi bahannya, rasanya kok nggak tepat ya kalau dibilang korban utama Petro Tanamu Tanami adalah Tamanu oil.
Lha wong tiap 100 ml, tamanu oilnya sahaja 0,214 ml.

Walah kaprikornus merasa kira ki gandrung dengan promonya nih. Pun begitu, dari komposisi bahan itu kita juga dapat melihat ya bahwa bahan-bahan yang dipakai memang nirmala ekstrak rempah sonder adendum bahan sintetis.

Yah, mudah-mudahan memang begitu.

Klaim

Berdasarkan klaim khasiat yang terdaftar puas kemasannya, Minyak Tanamu Tanami ini diklaim dapat membantu menernakkan kesegaran kulit, membantu melembutkan kulit, dan membantu proses penyembuhan luka ringan.

Baca :   Ucapan Selamat Pagi Bunga Mawar

minyak tanamu tanami

Bebauan dan Tekstur

Teksturnya ya begitu juga kebanyakan minyak sih. Warnanya kuning kehijauan, dan berhubung petro ini yakni herbal murni jadi kepadatan warnanya tidak boleh sama persis tiap produknya. Bisa makara makin warnanya lebih pekat atau sebaliknya lebih terang.

Aroma Patra Tanamu Tanami ini menurut saya timbrung kategori wangi rempah sih. Harum tapi nyana pedas gitu. Tipikal wangi petro gosok lah. Bakal yang nggak terbiasa dengan aroma minyak balur atau minyak asah mungkin bakal terganggu. Tapi untuk saya yang perlu dengan aneka minyak-petro tradisional, bau Minyak Tanamu Tanami ini terukur subtil harumnya. Nggak berlebih mengantup di hidung.

Mandu Pakai

Saya pakai Minyak Tanamu Tanami sebagai face oil dalam
skincare routine
di malam hari. Prinsip pakainya pula biasa, cukup dioleskan di wajah simultan dipijat ringan.



Sabun Tanamu Tanami

Kemasan

Dikemas dalam dus yang terkesan layak kokoh karena agak tebal. Desain kemasan kardusnya pun setipe dengan minyak tanamu, tanami dan Petro Kutus-Kutus dengan dominasi corak kuning kehijauan. Desainnya patut simple.

sabun tanamu tanami

Hanya ada logo produk di episode depan dan keterangan bahan dan penggubah di babak pantat. Sabunnya koteng dibungkus dengan plastik dan ditempel sticker.

sabun tanamu tanami

Aroma dan Tekstur

Wujudnya ya sememangnya
soap restoran homemade. Sangka empuk, bercat coklat kehitaman dan ada seperti feses rempah di intern sabunnya. Bintang sartan saat dipakai di kulit seperti cak semau
scrub, terasa tebak garang. Kalau untuk aromanya sih menurut saya enak, seperti bau rempah/jamu.

sabun tanamu tanami

Oh iya, berhubung sabun bubuk ini lumayan cepat lumer kalau ketularan air alias diletakkan di tempat lembab. Oleh sebelum dipakai, sabun cuci ini saya potong-potong lewat. Saya pakai sabun ini semata-mata untuk  wajah, pemakaiannya makara lumayan gemi. Mana tahu nanti bisa kerjakan dua bulan.

Prinsip Pakai

Takdirnya nggak nyaman dengan tekstur sabunnya yang agak berangasan, sabun bisa dibusakan dulu di tangan. Baru pasca- itu busanya disapukan dibagian wajah atau tubuh yang kepingin dibersihkan. Tapi kalau tidak keburukan dengan teksturnya, ya bisa dipakai sebagai halnya pakai sabun stereotip. Setelah itu diamkan beberapa momen, spontan dipijat-pijat, lalu bilas dengan air




My Impression


Di kulit saya yang
normal to oily, Petro Tanamu Tanami butuh waktu lumayan lama untuk meresap, sekitar 3 hingga 5 menit. Padahal, pemakaiannya juga bukan sesak banyak, hanya satu sampai 2 spray belaka. Itu sebabnya saya nggak menyarankan mempekerjakan minyak ini di pagi atau siang hari. Bertambah enak dipakai di malam waktu sekadar, jadi bisa langsung dipakai tidur.

Baca :   Background Bunga Untuk Undangan

Tentatif itu, kerjakan Sabun Tanamu Tanami saya pakai dua siapa sehari, setiap pagi selepas ingat tidur dan lilin lebah perian menjelang pemakaian mnyak tanamu tanami.

Oh iya, saat awal pemakaian minyak, kadang senang berasa clekit-clekit gitu terutama di babak kulit yang kering sebagai halnya di sekitar hidung dan negeri bawah mata. Pada pekan permulaan saya nggak merasa banyak perubahan lega kulit. Justru adv pernah ada jerawat sebiji, karena pas rapat dengan hari menstruasi. Tapi tetap lanjur terus sih pakai patra dan Sabun cair Tanamu Tanaminya. Untungnya jerawatnya saja bersitegang dua tahun. Di hari kedua, sudah langsung kempes dan di hari ketiga tinggal bekas jerawat nan apalagi tidak terlalu kentara.

Sekuritas minyak dan Sabun batangan Tanamu Tanami ini mulai terasa di pekan kedua. Kulit wajah terasa lebih subtil dan kenyal meski lain memakai pelembab atau serum. Perpaduan minyak dan Sabun Tanamu Tanami ini memang bagus banget sih kerjakan mengamankan tekstur wajah. Buat saya sih berasa banget sekiranya pegang kulit tampang jadi licin halus gitu.

Bintang sartan kalau klaimnya kondusif meredakan bekas jerawat sih menurut saya, ada benarnya. Mantan jerawat memang tidak terasa, karena tekstur kulit kaprikornus kecil-kecil. Saat diraba nggak terasa cak semau keluaran jerawat. Tapi seandainya dilihat langsung masih terserah noda bekas jerawat, walau memang tidak terlalu jelas.

Oh iya, satu hal sekali lagi yang saya
notice
sesudah mempekerjakan patra dan Sabun cair Tanamu Tanami ini adalah komedo berkurang. Serius! Lazimnya tiap tiga hari sekali sudah kelihatan tuh
whiteheads
disekitar alat pencium, dagu dan area bawah mata. Tapi selama pakai petro dan sabun kutus-kutus adakalanya nggak nampak. Ada sih di sekitar alat pencium tapi digosok sedikit sudah langsung rontok komedonya. Dan kulit berasa halus.


Repurchase?

Sepertinya iya, tapi nggak dalam waktu dekat, karena Minyak Tanamu Tanami-nya masih suka-suka banyak banget. Sudah lalu hampir sebulan pakai, tapi minyaknya masih ada lebih pecah ¾ botol.

Kesimpulannya, menurut saya, minyak dan sabun Tanamu Tanami ini memang bagus sih untuk perbaiki tekstur kulit. Memadai bakal direkomendasikan bikin kalian yang punya ki aib kulit kering atau banyak keluaran jerawat. Cons-nya hanya di aroma rempah, yang buat sebagian orang yang tidak terbiasa mungkin akan sedikit terganggu dengan aroma ini.

Seharusnya jadi tambah adv pernah ya

Review Minyak Tanamu Tanami Untuk Wajah

Source: https://www.ibusegalatau.com/2019/08/review-minyak-sabun-tanamu-tanami.html

Check Also

Kerajinan Tangan Dari Kaleng Susu

Kerajinan Tangan Dari Kaleng Susu. Punya hobi dibidang kerajinan dan kreativitas, mau punya penghasilan lebih …