Buah Buah Roh Bahasa Indonesia

Buah Buah Roh Bahasa Indonesia.

Pendahuluan

Sebuah mesin hanya akan menghasilkan suatu barang atau barang, tetapi tidak bisa jadi menghasilkan buah. Biji pelir harus timbul semenjak spirit. Manusiapun demikian, sepanjang ia masih nyenyat secara rohani ia tidak bisa bertumbuh,  sekalipun diberi pupuk apapun (misalnya: etika humanistik, peraturan-peraturan) lain akan bertumbuh, bagaikan batu yang disirami air, pupuk namun tidak boleh bertumbuh.

Bagaimana kita mempunyai jiwa yang bertumbuh?

PERTUMBUHAN DIMULAI DENGAN KEHIDUPAN.

Makhluk doang dapat dihidupkan maka dari itu Rohulkudus (ay.25). Itu yang Rohulkudus bikin dalam diri Paulus, sebelumnya ia koteng yang sirep secara rohani, sehingga biji zakar yang dihasilkan saja hanyalah dosa (Pembantaian pemuja-penyanjung Kristus dan hamba-hamba Tuhan). Setelah ia dihidupkan Roh di jalan menuju Damsyik, ia mengalami pertumbuhan yang pesat bahkan berakibat banyak.

Manusia yang mutakadim dihidupkan Jiwa akan menyadari bahwa hidupnya merupakan milik Yesus. Paulus di n domestik ayat 24 mengatakan Barangsiapa menjadi hoki Kristus Yesus, beliau sudah menghukum mati daging dengan segala apa temperatur nafsu dan keinginannya. Prolog menyalibkan (stauroō), alas kata menyalibkan merupakan metafora dari sikap sendiri percaya nan meninggalkan cara hidupnya yang lama. Kedagingan tidak lagi memerintah atas kita, tetapi Kristuslah yang  memerintah atas kita maka itu Roh-Nya. Umur Polos nan memeriahkan kita dan kemudian memimpin nasib kita.

PERTUMBUHAN Adalah SUATU PROSES.

Di ayat 16-18, Paulus menggosipkan tentang  2 pilihan: hidup menurut daging atau hidup menurut Spirit. Tidak ada tempat nan netral. Setiap orang beriman harus memilih buat hidup dipimpin Roh maupun hidup menurut daging.  Daging dan Roh ialah 2 hal yang inkompatibel. tidak mungkin turunan nan hidupnya dipimpin Kehidupan bersama-sama dipimpin dagingnya/nafsunya. Alas kata dipimpin merupakan istilah hukum buat menggambarkan koteng kondisi sendiri benduan. Seorang tahanan ki berjebah di bawah kontrol cucu adam enggak dan tidak punya milik apapun. demikianlah ketika seseorang dipimpin oleh Hayat, maka Roh berotoritas atas dirinya, dia hanya n kepunyaan satu saringan yakni mentaati kehendak Roh.

Tak cak semau Biji zakar yang bertaruk intern semalam, demikian juga tidak ada hamba allah percaya nan bisa berbuah dengan sempurna dalam perian semalam. Ia akan tumbuh terbit waktu ke perian.    Kita harus membiarkan Jibril membimbing kita, Kamu akan mengacungkan kita ikut n domestik proses pertumbuhan dan  buah. Kita harus rela turut dalam proses. Di dalam  itu  Ia akan membawa kita ke dalam berbagai-bagai ujian nan akan mengembangkan dan menyempurnakan buah dalam diri kita. Jangan  mengepas buat memperpendek waktu proses.

Baca :   Ciri Ciri Akar Pohon Mangga

Proses pertumbuhan berlanjut segenerasi nyawa belaka proses signifikan suka-suka arah nan jelas kerumahtanggaan pertumbuhan.

PERTUMBUHAN MEMERLUKAN KASIH Hadiah.

Buah yang dihasilkan adalah hasil dari kedekatan dengan Arwah Kudus (ay.18,25) bukan etika humanistik belaka. Masalah yang kulur di Galatia adalah adanya Guru-guru liar nan  telah mengecong individu-orang beriktikad di  Galatia sehingga mereka berpikir bahwa mereka boleh dibuat makin benar dan dapat masin lidah di hadapan Allah atas bawah hukum Musa. Itu sebabnya Paulus menasehati Supaya kita bukan main-sungguh merdeka, Kristus sudah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Gal 5:1 ITB). Orang percaya di Galatia mulai mengukur spiritualitas mereka dengan gerakan mereka sendiri. Pendekatan legalistik mereka membuat mereka hakim atas orang bukan.

Pertumbuhan ini mustahil  kita hasilkan sendiri, karena Allahlah nan memulai kehidupan di internal diri kita, maka pertumbuhkan kita bergantung pada kasih belas kasih Tuhan. Pertanyaannya, apakah Ari-ari telah memiliki hidup yang bergantung plong Almalik?

Kita akan melihat bagaimana pengertian masing-masing karakter dari buah Roh.

BUAH ROH: SATU Biji pelir, SEMBILAN RASA

“Biji zakar” Roh yang dipakai di sini berbentuk khas, artinya merupakan 9 cita rasa ini adalah satu kesatuan yang  harus dimiliki makanya orang nan beriktikad. Buah Roh nan dihasilkan di dalam kita bukanlah “sembilan buah yang berbeda”, tapi satu “buah” tunggal diwujudkan kerumahtanggaan sembilan kualitas yang berbeda. Ini mengingatkan kita bahwa Rohulkudus menghasilkan buah-Nya intern diri kita secara keseluruhan – tidak ada hari buah “hadiah”, terus buah  “sukacita” adalah musim berikutnya, kemudian “perdamaian” waktu berikutnya, dan seterusnya.

Kesembilan karakter buah Spirit itu dapat dikelompokkan menjadi 3: mula-mula  Khuluk ini berhubungan dengan Allah (Kasih, Sukacita, Damai sejahtera). Kedua, budi nan berhubungan dengan sesama (Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan). Ketiga,  karakter nan gandeng dengan diri sendiri (Kesetiaan,  Kelemahlembutan, Pendudukan diri/Pengaruh diri).

KARAKTER Nan Berhubungan DENGAN Almalik

Kasih (Agape) adalah tindakan  mengejar kebaikan tertinggi bagi orang lain. Pemberian itulah nan Halikuljabbar curahkan bagi kita (Rom 5: 5).  Kasih dalam Kristus yang “melintasi kabar” (Ef 3: 16-19). Itulah sebabnya pekerjaan Rohulkudus di dalam diri orang percaya harus menghasilkan cinta satu sama lain (1 Yoh 4: 10-11, 16, 21). Karena kita  “dipimpin oleh Roh” akan Anda akan menghasilkan biji kemaluan CINTA di intern hidup kita.

Baca :   Klinik Melati Husada Malang

Bersukacitalah (chara) merupakan  sebuah panggilan cak bagi menjadikan  sukacita sebagai sebuah tren hidup. Entah kita produktif dalam situasi yang menggembirakan atau merugikan. Kita harus terus bersukacita. Sukacita  Kristen adalah  hasil dari sebuah teologi nan mendalam bahwa Allah mengendalikan apa sesuatu buat kebaikan dan ketinggian-Nya sendiri dan juga demi kebaikan orang-orang nan mengasihi Dia, dan dengan demikian mereka harus tetap bersukacita tidak peduli bagaimanapun keadaannya. Tuhan ialah sumber sukacita nan lain lampau-habisnya.

Damai sejahtera (Eireine). Suasana kesepakatan, tentram dan berbaik sejahtera intern sukma sebenarnya dicari oleh manusia disepanjang zaman di manapun juga. Damai sejahtera yang tulus, tidak bisa diukur oleh persen, rumah , mobil alias segala doang. Damai sejati adalah anugerah Tuhan, “Berbaik sejahteraKu, Kuberikan kepadamu dan barang apa nan Kuberikan tidak begitu juga yang diberikan oleh dunia kepadamu.” Yoh.14:27. Berbaik sejahtera ini adalah lahir pecah keyakinan akan kesempurnaan pemeliharaan Tuhan dalam setiap detail hidup kita. Dengan demikian, tidak ada peristiwa apapun juga yang sanggup mencuri rukun sejahtera umat berketentuan.

KARAKTER Yang Bersambung DENGAN SESAMA

Privat relasi dengan sesama memang dibutuhkan keluasan pikiran (makrothumia). Mokrothumia n kepunyaan konotasi tahapan kepala dingin dan khusyuk. Panjang sabar adalah memiliki kualitas pengendalian diri yang baik internal menghadapi  provokasi. Allah yaitu pribadi yang memiliki khuluk ini secara transendental. Karena Ia  panjang panjang usus, memungkinkan bikin kita  memiliki keselamatan! (2Ptr 3:15) dan bertobat! ( Ro 2: 4). Ini adalah dasar bagi orang berkeyakinan untuk saling mengasihi dan mengusahakan kebaikan anak adam tak.

Karakter nan berikut adalah  Kemurahan (khrestotes).  Fiil ini berarti kekuatan yang dipenuhi dengan kemurahan hati. Khrestotes membuat kita bisa bersikap baik dan karim terhadap sesamanya yang membutuhkan, bahkan termasuk kepada mereka nan tidak menyenangkan. Kita koteng memang sulit mengerjakan hal ini; semata-mata Atma Kudus yang tinggal di dalam kita memampukannya.

Ketenangan dan kemurahan bukan lengkap bila belum ada kebaikan (agathosune). Agathosune berarti kebaikan yang mengandung unsur memperbaiki dan mendisiplin agar individu tidak lebih baik. Menurut William Barclay, Agathosune bermanfaat kekuatan n domestik signifikasi yang luas, yaitu “kebajikan yang tersedia dalam segala perkara”. Di dalamnya terkandung unsur berang dan disiplin. Barclay menjelaskan bahwa Yesus menunjukkan agathosune (kemustajaban) ketika Ia mengadakan penyabunan di Bait Almalik serta mengusir mereka yang menjadikan tempat itu seperti pasar; cuma Anda menunjukkan khrestotes (kemurahan) kepada gadis berdosa yang meminyaki tungkai-Nya. Kasih sosok Kristen yaitu kasih yang mendistribusikan keefektifan khalayak enggak. Tindakan kasih nan bukan mengandung kesetiaan tidak akan menghasilkan kebaikan.

Baca :   Mimpi Melihat Buah Pisang

KARAKTER YANG BERHUBUNGAN DENGAN Karakter DIRI Seorang

Nan purwa dari kualitas ini yakni “kesetiaan” (Pistis). kata ini di dalam wacana yang lain diterjemahkan “iman”. Tapi di teks ini, pistis diterjemahkan “kepatuhan” – adalah, kejujuran dan integritas dalam tindakan kita, dan komitmen dan tanggung jawab kita. Kepribadian ini yakni implikasi berpangkal kesadaran bahwa kita n kepunyaan Allah yang Maha Tahu, Maha Mengaram. Karena semua tindakan kita, manah kita, dan motif kita gemuk di radiks pengamatan tegar Bapa Sorgawi maka kita harus memiliki karakter tetap.

Kualitas kedua berkaitan dengan diri batin kita adalah “kelembutan” Mayoritas bahasa Inggris menerjemahkan lemah lembut (Praus) dengan “meek”. Perkenalan awal ini digunakan 4 kali dalam PB di (Mat 5: 5; 11:29; 21: 5; 1 Pet 3: 4). Dalam  Yunani Klasik kata ini digunakan bikin menjinakkan beruk, obat yang menengahi, suara yang  lembut atau angin nan sepoi-sepoi. Kelemahlembutan  adalah sikap hati di mana beliau menyerahkan masalahnya dibawah  supremsi  Allah, sehingga ia dimampukan untuk tetap bersikap subtil.

Akhirnya, kualitas terakhir dalam kategori ini ialah “pengendalian diri”.  Mayoritas versi bahasa Inggris menerjemahkan “self control”. Kata ini halal dipakai untuk memvisualkan ratu yang madya n kepunyaan masalah pribadi, semata-mata mewah menguasai dirinya sehingga beliau tentap dapat menjalankan besikal pemerintahan. Ternyata Khalayak Kristen diharapkan bisa memiliki karakter ini. Kualitas budi seperti ini penting cak bagi menciptakan sebuah komunitas yang baik.

Akhir:

Sudahkah ari-ari memiliki hidup yang bertumbuh dan berbuntut? Semuanya belaka dapat terjadi seandainya tali pusar tetap menempel pada Daya Anggur. Melekatlah kepada-Nya, relakanlah hidupmu dipimpin oleh Jibril, taatilah setiap proses yang Tuhan ijinkan karena itu yaitu kesempatan terbaikmu buat lebih mengenal Tuhan, bertumbuh  dan berbuah bagi Tuhan. Amin

Buah Buah Roh Bahasa Indonesia

Source: https://rec.or.id/buah-buah-roh-galatia-522-26/

Check Also

Kerajinan Tangan Dari Kaleng Susu

Kerajinan Tangan Dari Kaleng Susu. Punya hobi dibidang kerajinan dan kreativitas, mau punya penghasilan lebih …